PLN terus mempertegas komitmennya dalam menyediakan energi bersih dan ramah lingkungan di Provinsi Lampung. Hal ini ditandai dengan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTMH) Sumber Jaya berkapasitas 2×3 Megawatt (MW), yang resmi beroperasi di Desa Way Petai, Kecamatan Sumber Jaya, Kabupaten Lampung Barat, Rabu (22/1/2025).
PLTMH Sumber Jaya kini menyuplai kebutuhan listrik bagi masyarakat di beberapa wilayah di Kabupaten Lampung Barat. Dampak positif pengoperasian ini langsung dirasakan oleh sejumlah desa di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Way Tenong: Desa Fajar Bulan, Desa Pura Laksana, dan Desa Sukamaju. Kecamatan Air Hitam: Desa Sumber Alam, Desa Semarang Jaya, dan Desa Gunung Terang, Kecamatan Kebon Tebu: Desa Pura Wiwitan, Desa Pura Jaya, dan Desa Tribudi Sukur.
Terletak lebih dari 20 km dari Gardu Induk Bukit Kemuning, keberadaan PLTMH Sumber Jaya memberikan perbaikan signifikan pada kualitas tegangan listrik, sekaligus mendukung kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil.
Acara peresmian dihadiri oleh sejumlah pejabat penting dari PLN, di antaranya Senior Manager Distribusi PLN UID Lampung, Muhammad Khadafi, Manager PLN UP3 Pringsewu, Eka Nurwati, Asisten Manager Jaringan dan Konstruksi Lungguk Sibuea, Manager ULP Liwa Arie Gultom, serta Team Leader Pemeliharaan Meter Cahya Gumilar.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Lampung, Muhammad Joharifin, menyampaikan harapannya agar PLTMH ini memberikan kontribusi besar terhadap penyediaan energi bersih di Lampung.
“Beroperasinya PLTMH Sumber Jaya dengan kapasitas 2×3 MW ini menambah bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di Lampung yang kini mencapai 42,29 persen. Ini adalah persembahan terbaik dari PLN untuk Lampung di awal tahun 2025, sekaligus menjelang perayaan Imlek,” ujar Joharifin.
Pengoperasian PLTMH Sumber Jaya menjadi bukti nyata komitmen PLN dalam mendukung transisi energi bersih di Indonesia. Kehadiran pembangkit ini tidak hanya meningkatkan keandalan pasokan listrik tetapi juga mengukuhkan peran strategis PLN dalam menyediakan energi berkelanjutan dan ramah lingkungan bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Sumber berita : RRI